![]() |
| Unyil |
![]() |
| Addul |
Kepada yang kukagumi,
Vivin Melani (Unyil)
Entah luapan rasa apa yang harus kutulis ini
Aku gak bisa menuangkannya, walaupun hanya setitik rasa hati
Tiada yang bisa mewakili diri yang sedang gundah dengan cinta ini
Jujur.. saat kupertama melihatmu, aku tak menyangka akan berujung dengan perasaan seperti ini, karena kau tau sendiri bagaimana kita waktu baru pertama kali kenal, saling ejek,, bahkan kau panggil aku "Gendruwo". Dan ku panggil kamu "Unyil",
Seiring berjalannya waktu, kita saling mengenal satu sama lain,
Dulu kita sering Makan bersama,
Jajan bersama,
Suatu ketika juga pernah, pagi-pagi kamu sudah diem didepan kamar hanya untuk ngajak aku makan,
Ada masalah dihadapin bersama,
Jajan bersama,
Suatu ketika juga pernah, pagi-pagi kamu sudah diem didepan kamar hanya untuk ngajak aku makan,
Ada masalah dihadapin bersama,
Entahlah, kau masih ingat atau tidak,,
Sampai saat ini semua itu masih melekat dipikiranku,
Meskipun jarak memisahkan kita,
Tapi kita selalu sering berkomunikasi,
Dan jujur aku selalu menantikan kabar darimu,
Hari semakin berlalu,
Kulihat dirimu betapa indah dirimu dan cantik rupamu
Kulihat dirimu betapa indah dirimu dan cantik rupamu
Semua perasaan dihati ini terjadi karena begitu lembut sikapmu,,
Tapi entahlah tiba-tiba muncul dihatiku apakah pantas aku mendampingimu.
Kau bagaikan bidadari jelita dengan lirik mata yang penuh arti,
Aku kagum betapa lembutnya hatimu,
Sedangkan aku hanya pria biasa yang hanya mampu tuk mengagumimu dan selalu menunggumu,,,
Tapi saat ini kuberanikan diri tuk meluapkan isi hati ini
Aku nyatakan bahwa, jujur "aku mencintaimu"
Dan ku pasrahkan kepadamu, bagaimana kelanjutan hidup aku dan kamu ini kedepan,
Yang pasti ku menyayangimu
Kuharap kau membalas sepucuk suratku ini,
Dengan berita yang menyejukan hati
Dapat menjawab semua gelisah hati selama ini,
Kutunggu jawabanmu.. wahai peri kecilku..
Yang selalu mengagumimu dan menunggumu,,,
Qiwamul Muhsinin (Addul)



